The breathing tree: aplikasi perangkat teknologi pada karya seni

Authors

  • Agung Suryanto Prodi Seni Program Doktor, ISI Surakarta, Indonesia

Keywords:

Pohon pernapasan, Instalasi Site-Spesific, Seni dan Teknologi

Abstract

Pohon merupakan salah satu makhluk hidup yang tidak disadari oleh manusia selain kesadaran akan tumbuhnya pohon. Itu dipahami dari segi fungsinya. Kita tidak pernah memiliki kesadaran bahwa pohon juga makan, minum dan bernafas seperti makhluk hidup lainnya seperti hewan dan manusia. Tujuan pembuatan karya seni di situs tertentu adalah untuk memvisualisasikan konsep hidup di pohon dengan membuat gelembung yang dapat digelembungkan dan dikempiskan. Untuk memperbesar gerakan gelembung, diterapkan ilusi visual dengan menyertakan cahaya yang menyertai gerakan tersebut. Untuk menyelaraskan gerak gelembung dan cahaya dibutuhkan perangkat teknologi yang dapat mengatasi hal semacam itu. Proses pembuatan karya seni di situs tertentu membutuhkan observasi. Hasil observasi dielaborasi menjadi pemilihan subjek, desain, bentuk karya seni, dan presentasi kepada publik. Metode penciptaan dilakukan dengan trial-error, kolaborasi, riset berbasis praktik dengan melibatkan disiplin ilmu lain, khususnya teknologi untuk mengoperasikan cara kerja karya seni. Penyajian karya seni berkaitan dengan khalayak, dari penampil dan penyajian karya seni muncul ide-ide baru dalam karya yang ditampilkan. Karya seni yang ditampilkan di ranah publik memiliki kelebihan dan kekurangan. Keduanya menjadi pemicu awal munculnya ide-ide baru untuk karya seni selanjutnya.

Published

2020-12-01

How to Cite

Suryanto, A. (2020). The breathing tree: aplikasi perangkat teknologi pada karya seni. Senakreasi : Seminar Nasional Kreativitas Dan Studi Seni, 2, 57-66. Retrieved from https://conference.isi-ska.ac.id/index.php/senakreasi/article/view/119

Issue

Section

Articles