Tari baris memedi di Tabanan Bali: kearifan lokal dan perspektif global untuk membangun identitas

Authors

  • I Wayan Dana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

Tari Baris Memedi; Kearifan lokal; Perspektif global; Membangun identitas

Abstract

Tari Baris Memedi menggambarkan sekelompok ‘roh halus’ (Memedi) yang hidup di tempat-tempat angker seperti di kuburan. Ditarikan oleh penari laki-laki berjumlah ganjil, 7 – 15 orang. Mereka mengenakan busana terdiri dari dedaunan, ranting pohon, dan daun pisang kering (keraras) yang ada di kuburan setempat. Tarian ini terdapat di Desa Jatiluwih, Tabanan-Bali, disajikan saat upacara Pitra Yadnya (Ngaben). Penampilannya didukung gamelan Bale Ganjur. Masyarakat penyangganya percaya bahwa tarian ini sebagai pengantar roh yang diupacarai menuju alam Sorga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis Tari Baris Memedi sebagai kearifan lokal dalam perspektif global untuk membangun identitas. Oleh karena itu, penting strategi pelestariannya agar tarian ini tetap hidup, eksis, memiliki ‘daya tahan-daya juang’. Menggunakan metode kualitatif yang mempertimbangkan masalah konteks budaya, ideologi, kuasa dalam budaya, dan makna mengacu pada paradigma humanistik kulturalistik. Untuk mewujudkannya, dapat dilakukan dengan cara menguatkan keseimbangan dan keharmonisan alam dewa, manusia, dan lingkungan (tri hita karana). Hal ini patut diupayakan para penyangganya agar seni tradisi sebagai kearifan lokal memiliki kekuatan dalam bentuk kongkrit meng-‘ajeg’-an Bali. Dengan cara itu, tari Baris Memedi mampu bertahan sesuai dengan jiwa zaman setempat. Keaifan lokal dan perspektif global mengarahkan pada pencapaian yang mengupayakan perlidungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan terhadap seni tradisi (Baris Memedi) secara berkelanjutan agar tetap terawat keberadaannya hingga kini dan mendatang

References

Agung, A.A. Gde Putra. 2006. Peralihan Sistem Birokrasi dari Tradisional ke Kolonial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bandem, I Made. 2000. “Melacak Identitas Di Tengah Budaya Global”, dalam Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia No X Tahun 2000. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Burhan, M. Agus. 2019. “Kecerdasan Buatan Dalam Seni Di Era Revolusi Industri 4.0” dalam Pidato dan Laporan Rektor ISI Yogyakarta. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Dana, I Wayan. 2017. “Membaca Ulang ‘Metode I Mario’ Mencipta Tari Kebyar”, dalam Yudiaryani (et. Al), Karya Cipta Seni Pertunjukan. Yogyakarta: JB Publisher.

Dana, I Wayan. 2016. Potret Sanggar-Sanggar Seni Sebagai Pusat dan Wadah Pengembangan Kesenian Belitung, Yogyakarta: Kepel Press.

Dana, I Wayan, Ni Nyoman Sudewi, dan I Nyoman Cau Arsana. 2014. “Kesenian Dan Identitas Budaya: Kesenian Dusun Tutup Ngisor Memaknai Tradisi Dan Perubahan” dalam Jurnal Joged Volume 6 Oktober 2014 ISSN:1858-3989, Yogyakarta: Jurna Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta.

Farid, Hilmar. 5 Juni 2021. “Merdeka Belajar untuk Pemajuan Kebudayaan”, dalam Webinar Merdeka Belajar Untuk Pemajuan Kebudayaan. Jakarta: ATSANTI Foundation

Irawati, Eli., Wisma Nugraha, Ch. R. dan Timbul Haryono. 2016. “Transmisi Kelentangan dalam Masyarakat Dayak Benuaq”, dalam Jurnal Resital Volume 17 No. 1, April 2016. ISSN:2085-9910, Yogyakarta: Jurnal Seni Pertunjukan.

Juliawan SJ, Benedictus Hari. 2018. “Siapakan Manusia di Hadapan Revolusi Industri 4.0?” dalam Pidato Dies Natalis Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Yogyakarta: Sanata Dhama University Press.

Kayam, Umar. 1981. Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan

Kerepun, Made Kembar. 2007. Kelemahan dan Kekuatan Manusia Bali: Sebuah Otokritik. Denpasar: PT Empat Warna Komunikasi

Koster, Putri. 2019. “Membangkitkan Kesenian Sakral Bali”, Bali: liputan 6 detcom 09 April 2019, dikutip 29 April 2021.

Nalan, Athur S. 2002. “Penjelajahan Tradisi Dan Seni: Sebuah Pengantar”, dalam Jurnal Panggung Nomor XXV Tahun 2000. Bandung STSI Bandung.

Nordholt, Henk Schulte. 2010. Benteng Terbuka 1995-2005: Otonomi Daerah, Demokrasi Elektoral, dan Identitas-identitas Defensif. Jakarta: KITLV.

Picard, Michel. 1996. Bali Cultuaral Tourism and Tourism Cultural (Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata, 2006). Singapore: Archipelago Press.

Pitana, I Gde. (ed). 1994. Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Bali. Denpasar: Bali Post.

Triguna, I B Yudha. 1994. “Pergeseran dalam Pelaksanaan Agama: Menuju Tattwa”, dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Bali. Denpasar: BP.

Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, (www.jogloabang.com 6 April 2021).

Published

2021-11-04

How to Cite

I Wayan Dana. (2021). Tari baris memedi di Tabanan Bali: kearifan lokal dan perspektif global untuk membangun identitas. Senakreasi : Seminar Nasional Kreativitas Dan Studi Seni, 3, 18-27. Retrieved from https://conference.isi-ska.ac.id/index.php/senakreasi/article/view/142