Inovasi karya seni pathol berbasis akulturasi budaya pesisir Rembang
Keywords:
Pathol; Sedekah bumi; Kanuragan; Adu kekuatanAbstract
Penelitian ini merupakan riset terapan yang bertujuan menciptakan inovasi karya seni Pathol dengan pendekatan akulturasi budaya. Pathol merupakan bentuk adu kekuatan dengan aturan seperti dalam olah raga ritual Sumo atau gulat modern. Legenda heroik ajang olah kanuragan ini merupakan persiapan yang dilakukan masyarakat untuk melawan Belanda. Namun sebagai sebuah karya seni, Pathol memerlukan inovasi mengingat kesederhanaan bentuk pertunjukannya. Inovasi yang ditawarkan berangkat dari kondisi budaya masyarakat Rembang yang multikultur. Pendekatan multikultur dipilih mengingat di Rembang berkembang tradisi budaya Jawa, Cina, dan Arab-Islam yang saling berdampingan. Rembang memiliki memori kolektif yang kuat tentang akulturasi melalui perdagangan dan seni budaya. Cakupan garap yang akan diciptakan dalam karya seni Pathol ini meliputi seni tari, musik, dan seni rupa. Metode penciptaan yang digunakan meliputi empat tahapan, yaitu observas, eksplorasi, improvisasi, dan, pembentukan. Metode ini merupakan metode yang lazim diterapkan dalam penciptaan karya seni tari, tetapi juga adaptif dalam penciptaan seni rupa
Downloads
References
Kinesti, Rakanita Dyah Ayu, Wahyu Lestari, and Hartono Hartono. 2015. “Pertunjukan Kesenian Pathol Sarang Di Kabupaten Rembang.” Catharsis 4 (2): 107–14.
Kluckhohn, Clyde. 1953. “Universal Categories of Culture.” Anthropology Today 276: 507.
Purwaningsih, Ernawati, Dwi Ratna Nurhajarini, and Indra Fibiona. 2015. “Akulturasi Lintas Zaman Di Lasem: Perspektif Sejarah Dan Budaya Kurun Niaga-Sekarang.” Yogyakarta: UGM Press.
Soedarsono, R M. 2001. “Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan Dan Seni Rupa.” Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Subekti, Dewi. 2018. “Reinterpretasi Joko Sukoco Pada Tari Patholan Di Sanggar Tari Galuh Ajeng Rembang.” Surakarta: Fakultas Seni Pertunjukan.
Unjiya, M Akrom. 2014. Lasem Negeri Dampoawang: Sejarah Yang Terlupakan. Yogyakarta: Salma Idea.

