Dewi Sri dalam lakon pakeliran Jawatimuran dan Tradisi Wiwit sebagai Pembentuk Nilai Ekologi
Keywords:
Bethari Sri, Ekologis, Tradisi Wiwitan, Pakeliran JawatimuranAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji tokoh Bathari Sri dalam pakeliran Jawatimuran dan tradisi Wiwitan. Bathari Sri adalah bidadari kahyangan yang dipercayakan untuk menjaga kesuburan dan kesejahteraan yang berkaitan dengan tradisi Wiwitan yang dilakukan masyarakat sabrang wetan khususnya daerah Mojokerto. Wiwitan sendiri merupakan upacara yang masih sering dilakukan para petani sebelum memanen padi. Upacara ini dianggap sebagai sarana permohonan kepada Bethari Sri untuk berkenan menjaga padi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik, pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk mengkaji makna dan hubungan budaya yang terkandung dalam pakeliran Jawatimuran dan tradisi Wiwitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bathari Sri dalam lakon hadir sebagai tokoh sakral yang membawa kesuburan ke wilayah tempat ia menitis. Negeri yang ditempati Sri selalu menjadisubur, makmur, dan aman bagi rakyatnya. Segala perubahan itu tidak semata-mata terjadi karena kehadiran tokoh, tetapi karena Sri dipahami sebagai sumber daya alam yang harus dijaga. Pola ini menemukan padanannya dalam tradisi wiwit di mana padi yang dianggap sebagai pelestarian tubuh Sri yang menyediakan kehidupan bagi para petani. Karena dianggap menyimpan kekuatan kesuburan, padi tidak hanya dipanen, tetapi juga dirayakan, dimintai restu, dan diberi penghormatan sebelum memasuki masa panen. Temuan ini mempertegas pentingnya pelestarian budaya tradisional yang berkontribusi pada pelestarian budaya dan lingkungan masyarakat Jawa Timur.
Downloads
References
Arif, M, and Zulkipli Lessy. 2019. “NURTURING SOCIO-RELIGIOUS HARMONY IN YOGYAKARTA: A STUDY OF PIVOTAL ROLES OF KWT DEWI SRI IN EMPOWERING LOCAL WOMEN.” Analisa: Journal of Social Science and Religion 4: 225–42. https://doi.org/10.18784/analisa.v4i02.912.
Arifah, Aprilia Rizki, Retno Winarni, and R Suhita. 2024. “Internalization of Ecological Values through Wayang Kulit Sedekah Bumi in Kalitanjung Hamlet, Banyumas, Indonesia.” International Journal of Social Science Research and Review. https://doi.org/10.47814/ijssrr.v7i3.1874.
Beltz, J, and Eva Von Reumont. 2023. “Leaving Javanese Shadow Theatre (Wayang Kulit) Religiously Unlabelled.” Entangled Religions. https://doi.org/10.46586/er.13.2023.11038.
Bowen, GA. 2009. “Analisis Dokumen Sebagai Metode Penelitian Kualitatif” 9: 27–40.
Caturwati, Endang. 2019. “The Profile of Indung in Sundanese Society (A Socio-Cultural Analysis on the Role of Sunan Ambu, Dewi Sri and Rongeng).” https://consensus.app/papers/the-profile-of-indung-in-sundanese-society-a-sociocultural-caturwati/c4a78ffb98535081a897efa87a62049b/.
Chandler, D. 2017. “Semiotika: Dasar-Dasar.” Routledge.
Creswell, JW. 2014. “Desain Penelitian: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Metode Campuran.” Publikasi SAGE.
Emerson, RM, Fretz, RI, & Shaw, LL. 2011. “Menulis Catatan Lapangan Etnografi.” University of Chicago Press., 2011.
Geertz, C. 1980. “Negara: Negara Teater Di Bali Abad Kesembilan Belas . Princeton University Press.” Princeton University Press.
Kvale, S., & Brinkmann, S. 2015. “Wawancara: Mempelajari Seni Wawancara Penelitian Kualitatif. Publikasi SAGE.” Publikasi SAGE.
Li, TM. 2002. “Penyederhanaan Yang Menarik: Pengelolaan Sumber Daya Berbasis Komunitas, Proses Pasar, Dan Agenda Negara Di Indonesia” 30: 265–83.
Mahmud, Erlina Zulkifli, Taufik Ampera, and M Zakaria. 2022. “THE REPRESENTATION OF SUNDANESE FOLKLORE NYI MAS SANGHYANG DEWI SRI IN THREE LANGUAGES.” Sosiohumaniora. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v24i2.35494.
Meifilina, Andiwi. 2021. “STATEGI KOMUNIKASI DALAM MEPERTAHANKAN EKSISTENSI WAYANG KULIT PADA BERSIH DESA (Studi Pada Ritual Bersih Desa Di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar).” JURNAL HERITAGE. https://doi.org/10.35891/heritage.v9i2.2817.
Nurul, Hidayah. 2022. “Nilai Ekologis Cerita Rakyat Dewi Sri Dan Implikasinya Dalam Kehidupan Pragmatis Masyarakat Petani Jawa Timur.” Jurnal Waskita Universitas Brawijaya., 2022.
Orb, A., Eisenhauer, L., & Wynaden, D. 2001. “Etika Dalam Penelitian Kualitatif.” Jurnal Beasiswa Keperawatan 33 (1): 93–96.
Poniman, Poniman. 2020. “Tradisi Ruwatan Wayang Bagi Umat Hindu Jawa.” Sanjiwani: Jurnal Filsafat. https://doi.org/10.25078/sjf.v9i2.1626.
Purwanto, A. 2003. “Tradisi Wiwitan Dan Perubahan Sosial Petani Jawa Timur.” Jurnal Antropologi Indonesia 27 (2): 45–56.
Restu Lase, B., & Hulu, F. (2024). Model Pengelolaan Ekologi Berbasis Kearifan Lokal dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Nias. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial , 5 (6), 2485–2494. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i6.2917
Sari, A., & Pranoto, B. 2020. “Tokoh Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Cerita Wayang Dewa Ruci: Kajian Sastra Ekologi.” Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya 4.
Sartini, Sartini. 2012. “NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA HUBUNGAN ANTARA MITOS DEWI SRI DAN EKSISTENSI SENI TRADISIONAL DI INDONESIA.” https://consensus.app/papers/nilainilai-kearifan-lokal-pada-hubungan-antara-mitos-dewi-sartini/feee472ca0bc57fcbc2ca24dd05e2564/.
Setiawan, E. 2020. “Makna Nilai Filosofi Wayang Kulit Sebagai Media Dakwah” 18: 37–56. https://doi.org/10.35719/alhikmah.v18i1.21.
Sudarman, Meiranty, and Septiana Dwiputri Maharani. 2024. “Melintasi Dimensi Spiritual: Tradisi Wiwitan Dalam Spiritualitas Manusia Menurut Mircea Eliade.” HUMANIKA. https://doi.org/10.14710/humanika.v31i2.66147.
Suparlan, P. 1994. Simbol Dan Makna Dalam Wayang Kulit Jawa Timur. Pustaka Budaya Nusantara.
Suparwa, I, Ni Luh Komang Candrawati, Ni Made Dian Paramitha Sari, and A Putra. 2023. “Representation of Dewi Sri in Balinese Farming Ceremonies.” International Journal of Linguistics, Literature and Culture. https://doi.org/10.21744/ijllc.v9n4.2315.
Susilo, R, Agung Wijaya Kusuma, and Agung Wibowo. 2021. “Wayang as Local Communication Media in Building Public Awareness of Environmental Crisis.” The Journal of Society and Media. https://doi.org/10.26740/jsm.v5n2.p239-270.
Wahyuni, Putri, Isbandiyah, and Ira Miyarni. 2025. “PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG TRADISI BERSIH DESA MELALUI KESENIAN WAYANG KULIT DI DESA O MANGUNHARJO KABUPATEN MUSIRAWAS.” Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah. https://doi.org/10.24114/ph.v10i2.67725.
Widianto, E., Susanto, H., & Harmoko, M. 2023. “Konsep Pranata Mangsa Petani Jawa Sebagai Gagasan Penciptaan Wayang Beber.” Jurnal Artistik.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Ike Nur Kumalasari, Sugeng Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

