Warna yang memudar: Memikir ulang tekanan ekologis warna alam dalam lukisan Wayang Kamasan di tengah ekonomi pariwisata Bali
Keywords:
Wayang Kamasan, Keberlanjuta Warisan Budaya, Ekonomi Pariwisata, EkologiAbstract
Krisis ketersediaan pewarna alam dalam tradisi melukis Wayang di Desa Kamasan (Wayang Kamasan) mengungkap adanya ketegangan antara komitmen ekologis para seniman lokal dan tekanan struktural yang diberlakukan oleh ekonomi pariwisata Bali. Studi kualitatif ini meneliti peran warna alam sebagai bahan teknis yang terintegrasi dalam jaringan ekologis yang mendukung Wayang Kamasan, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan dokumentasi. Dari perspektif ekologi dalam, penelitian ini mempertanyakan kembali apakah manfaat ekonomi dari industri pariwisata sebanding dengan tekanan ekologis yang dialami praktik budaya lokal, seperti Wayang Kamasan. Analisis menunjukkan bahwa hilangnya warna alam yang berfungsi sebagai indikator hubungan manusia–alam yang terganggu—bukan karena menurunnya kepedulian ekologis di kalangan seniman, melainkan karena sistem ekonomi memprioritaskan efisiensi dan volume produksi dibanding kapasitas regeneratif ekosistem. Studi ini berargumen bahwa keberlanjutan seni tradisional memerlukan pemulihan keseimbangan antara manusia, bahan seni, dan vitalitas ekologis, sekaligus menawarkan kerangka filosofis untuk menilai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang didorong pariwisata dan integritas ekologis yang menjadi dasar warisan budaya Bali.
Downloads
References
Ariningsih, Kadek Ayu, Lasiyo, and Iva Ariani. 2025. “Ecological Wisdom of Wayang Kamasan: A Thought for Climate Change Education.” International Journal of Education & the Arts 26 (8).
Cohen, Erik. 2008. Tourism, Culture and Development in Bali. Honolulu: University of Hawaii Press.
Geertz, Clifford. 1980. Negara dan Budaya: Kajian Antropologi di Bali. Jakarta: Pustaka Jaya.
Hargreaves, Andy. 2019. “Cultural Sustainability and the Creative Economy: Challenges for Local Artists.” Journal of Cultural Economics 43 (2): 121–138. https://doi.org/10.1007/s10824-019-09348-1
Naess, Arne. 1973. “The Shallow and the Deep, Long-Range Ecology Movement: A Summary.” Inquiry 16 (1–4): 95–100. https://doi.org/10.1080/00201747308601682
Picard, Michel. 1996. Bali: Cultural Tourism and Tourist Culture. Singapore: Archipelago Press.
Sessions, George. 1995. Deep Ecology for the 21st Century. Boston: Shambhala.
Thompson, Richard. 2015. “Natural Warnats in Traditional Painting: Ecological and Artistic Perspectives.” International Journal of Arts and Society 8 (2): 77–89.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Ayu Kadek, Herry Hermawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

