Batatha dan Pamali: Mekanisme Konservasi Tradisional pada Masyarakat Suku Bajo Menjaga Keberlanjutan Laut Nusantara
Abstract
Komunitas Bajo di Indonesia memiliki warisan budaya yang unik di mana aktivitas di laut dipandu oleh mantra yang diwariskan secara lisan dan pantangan adat. Mantra-mantra ini, yang sering dibacakan sebelum dan sesudah memancing, mengungkapkan rasa syukur dan meminta izin dari para penjaga laut, yang mencerminkan keyakinan akan keterkaitan antara manusia dan lingkungan laut. Studi ini bertujuan mengeksplorasi pengetahuan ekologi tradisional (TEK) masyarakat Bajo terkait konservasi laut, dengan fokus pada peran mantra (batatha) dan larangan (pamali) dalam mengatur praktik penangkapan ikan. Melalui wawancara dan observasi, penelitian ini menunjukkan bagaimana praktik-praktik TEK ini berfungsi sebagai mekanisme budaya untuk pengelolaan sumber daya berkelanjutan, yang menjamin kearifan lingkungan laut dan cara hidup masyarakat Bajo dalam jangka panjang. Penelitian ini menyoroti mantra-mantra spesifik yang digunakan untuk pelayaran yang aman dan hasil tangkapan yang melimpah, menekankan penghormatan terhadap 'tiga nabi' (Nabi iler, Nabi ler, Nabi iser) dan roh 'Mbu' (Mbu Janggo, Mbu Tambirah, Mbu Duga) yang dipercaya menguasai lautan. Lebih lanjut, studi ini mengkaji 'pamali' atau larangan, yang mengatur perilaku yang dapat diterima di laut, seperti meminta izin dari roh-roh lokal sebelum memancing di wilayah baru dan menghindari memancing pada hari tertentu. Integrasi keyakinan Islam dengan adat istiadat tradisional Bajo juga terlihat jelas dalam mantra-mantra, yang biasanya dimulai dengan 'Bismillah' dan diakhiri dengan 'Syahadat', yang menunjukkan pendekatan sinkretis terhadap konservasi laut.
Downloads
References
Adjei, J. K., & Sika-Bright, S. (2019). Traditional beliefs and sea fishing in Ghana.
Ali, M. (2009). Konstruksi Budaya Penyakit, Festival dan Musik di Asia Tenggara. Jurnal Studi Asia Tenggara, 40(2), 409–415. https://doi.org/10.1017/S0022463409000198
Arhesa, S., Ma'mun, A., & Mulyana, R. B. (2025). Case study on the diving ability of the Bajo tribe in Indonesia. https://dialnet.unirioja.es/descarga/articulo/10122936.pdf
Creswell, J. W. (2018). 30 Keterampilan Esensial Untuk Peneliti Kualitatif. Pustaka Penerbit.
Dosu, G. (2017). Perceptions of socio-cultural beliefs and taboos among Ghanaian fishers [Doctoral dissertation].
Fernández-Rivera Melo, F., & Torre, J. (2024). Inheriting wisdom: transfer of traditional knowledge in fishing communities in Mexico. Frontiers in Sustainability.
Hayati, R. S. (2023). Learning from Sea Nomads: Environmental Literacy in the Local Wisdom of the Bajo Tribe.
Hayati, R. S. (2025). The 21st Century Paradigm in Supporting Sustainable Development. ResearchGate.
Husnan, L. E., Bahri, S., & M. Shubhi. (2023). Internalization of Ecological Values in the Dutai Toyah Ritual of the Bajo, Bungin Island, Indonesia. TWIST Journal.
Kato, K. (2024). Sea Dwelling Genealogy: Exploring the Dynamics of Ethnic Identity and Topogeny in Sulawesi, Indonesia. Japanese Review of Cultural Anthropology, 25(1-2), 47–75. https://www.jstage.jst.go.jp/article/jrca/25/1+2/25_47/_article/-char/ja/
La Ode, A. (2011). Philosophical view and rarambangah system: a local genius of the Bajau people living at Bungin Permai village. http://isi-dps.ac.id
Lagarde, M. F. D. (2024). Southeast Asia's Sea Nomads: A Case for Decolonizing Environmental Peacebuilding Scholarship by Integrating Indigenous Sama-Bajau Perspectives. Springer.
Maulidyna, A., Hartawan, B. S., Agustin, H. N., & Irfan, A. N. (2021). The role of local belief and wisdom of the Bajo community in marine conservation efforts. https://pdfs.semanticscholar.org/
Novita, A., Purnama, D. H., & Saleh, E. (2024). Maritime tradition knowledge transfer in coastal agrarian communities.
Nuraini, C. (2016). The intangible legacy of the Indonesian Bajo. Wacana, 17(1). http://download.garuda.kemdikbud.go.id/
Oloko, A., Harper, S., Fakoya, K., & Sumaila, U. R. (2024). Multi-dimensional perspectives of taboos on gender roles of fisherfolk. Maritime Studies.
Pauwelussen, A. P. (2015). The moves of a Bajau middlewoman: understanding the disparity between trade networks and marine conservation. Anthropological Forum. https://www.researchgate.net/publication/282803869
Shalli, M. S. (2017). Role of local taboos in marine fisheries management in Tanzania. Marine Policy.
Sinapoy, M. S., & Djalante, S. (2020). Protection of Rights of Community of Bajo Tribe from the Impacts of Climate Change. Springer. https://www.academia.edu/download/80377863/
Stacey, N., & Allison, E. (2019). Sea nomads.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods) (Edisi Kedua). Alfabeta.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Early Wulandari Muis, Indra Rahayu Setiawati Togala

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

