“Dapur Siaga” sebagai Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas: Intervensi Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Upaya Mitigasi Bencana

Authors

  • Shangrila Surya Putri Universitas Multimedia Nusantara
  • Anis Faisal Reza Gugus Mitigasi Lebak Selatan, Indonesia
  • Khairul Syafuddin

Keywords:

Dapur Siaga, ECE, Komunitas, Tsunami, Perempuan

Abstract

Perempuan seringkali dianggap sebagai kelompok rentan dalam konteks ancaman bencana. Di sisi lain, peran perempuan cukup besar untuk ikut andil dalam upaya kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas. Penelitian ini dilakukan di Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Lokasi penelitian dinilai sebagai wilayah risiko tsunami sedang-tinggi berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Hal ini tidak terlepas dari risiko gempa megathrust yang berada di zona subduksi Selat Sunda. Penelitian ini menggunakan teori Education, Communication, and Engagement (ECE) sebagai kerangka pemberdayaan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat keberhasilan model pemberdayaan berbasis komunitas bagi perempuan dalam kerangka aktivitas dapur siaga. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi perempuan sebagai aktor penting dalam proses penanggulangan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix- methods, dengan menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu aktivitas penelitian. Adapun model penelitian yang dilakukan menggunakan desain eksplorasi sekuensia. Data kualitatif dikumpulkan terlebih dahulu melalui proses pengumpulan data wawancara dan observasi partisipatif. Selanjutnya data kuantitatif dikumpulkan setelah subjek penelitian mendapat intervensi kegiatan Dapur Siaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan berbasis komunitas dapat meningkatkan peran perempuan untuk terlibat dalam aktivitas kesiapsiagaan bencana. Meski demikian, intervensi ini harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan bottom up untuk membangun rasa kebersamaan antar perempuan. Rasa kebersamaan yang terjalin mendorong kapasitas kesiapsiagaan bencana bagi perempuan di wilayah bencana dapat meningkat. Dengan adanya intervensi ini, ketahanan komunitas terhadap risiko bencana menjadi lebih kuat dan solidaritas perempuan di wilayah bencana semakin besar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 23 Tahun 2014 tentang Standarisasi Logistik Penanggulangan Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2014.

Bnpb, Pusdatinkom. “Sebanyak 2.925 Bencana Alam Terjadi Pada 2020 Di Tanah Air, Bencana Hidrometeorologi Mendominasi.” BNPB, n.d. https://www.bnpb.go.id/berita/sebanyak-2-925-bencana-alam-terjadi-pada-2020-

di-tanah-air-bencana-hidrometeorologi-mendominasi.

Dufty, Neil. Disaster Education, Communication and Engagement. Chichester, UK: John Wiley & Sons, 2020.

Hedriyanti, Gyfani, and Syamsuddin Ab. “Peran Perempuan Terhadap Penanggulangan Bencana Di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan,”November 10, 2021. https://journal.uin- alauddin.ac.id/index.php/jmks/article/view/28386.

Hidayat, Anung Syarief, Royke .R. Siahainenia, and Alvianto Wahyudi Utomo. “Peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Semarang Dan Kabupaten Boyolali Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bagi Korban Bencana Banjir Kabupaten Demak Di Posko Dapur Umum Balai Desa Desa Ngaluran.” J-Innovative.Org, October 21, 2024. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15833.

Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. “Peran Perempuan Terhadap Penanggulangan Bencana Di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan - Repositori UIN Alauddin Makassar,” n.d. https://repositori.uin- alauddin.ac.id/20660/.

Kurniawati, Dewi. “Komunikasi Mitigasi Bencana Sebagai Kewaspadaan Masyarakat Menghadapi Bencana.” JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study 6, no. 1 (April 22, 2020): 51–58. https://doi.org/10.31289/simbollika.v6i1.3494.

Peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Semarang Dan Kabupaten Boyolali Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Bagi Korban Bencana Banjir Kabupaten Demak Di Posko Dapur Umum Balai Desa Desa Ngaluran.” J-Innovative.Org, October 21, 2024. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15833.

Prianto, Y., Hutabarat, R. R., Aprianes, C., & Tobing, S. A. S. L. Pendampingan Mitigasi Bencana Bagi Korban Tsunami Selat Sunda Sebagai Antisipasi Megatrust di Tanjung Lesung Banten. Jurnal Serina Abdimas, 3(2), 454-462. 2025.

Prianto, Yuwono, None Rugun Romaida Hutabarat, None Cesilia Aprianes, None Ivon Alvinia Salim, and None Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing. “Pendampingan Mitigasi Bencana bagi Korban Tsunami Selat Sunda Sebagai Antisipasi Megatrust di Tanjung Lesung Banten.” Jurnal Serina Abdimas 3, no. 2 (June 30, 2025): 454–62. https://doi.org/10.24912/jsa.v3i2.34936.

Rajagukguk, Nico Jonathan. “Peran Hukum Dalam Mitigasi Bencana: Analisis Kebijakan Dan Implementasi Di Indonesia.” Journal.e-Siber.Org, June 15, 2025. https://doi.org/10.38035/e8xqy915.

Published

2026-04-27

How to Cite

Surya Putri, S., Faisal Reza, A., & Syafuddin, K. (2026). “Dapur Siaga” sebagai Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas: Intervensi Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Upaya Mitigasi Bencana. Senakreasi : Seminar Nasional Kreativitas Dan Studi Seni, 5, 78-85. Retrieved from https://conference.isi-ska.ac.id/index.php/senakreasi/article/view/325