Ritual Melantok Sialong: Etika Ekologi Dan Kosmologi Hutan Urang Rimbo
Keywords:
ritual Melantok Sialong, Urang Rimbo, pengetahuan lokal, etika ekologi, konservasi budayaAbstract
Penelitian ini mengkaji Ritual Melantok Sialong sebagai praktik budaya masyarakat adat Urang Rimbo di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBDB), Jambi, yang merepresentasikan relasi ekospiritual antara manusia, hutan, dan entitas roh penjaga. Tujuan penelitian adalah menguraikan struktur ritual, makna simbolik, serta fungsi ekologisnya sebagai bentuk pengetahuan tradisional dalam menjaga keberlanjutan hutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Melantok Sialong terdiri atas empat tahapan utama, yaitu Nulako Hantu Kayu, Manjat, Mbujuk Rapah, dan Mulangko Hantu Kayu, yang mencerminkan interaksi timbal balik antara manusia dan entitas spiritual penjaga Batang Sialong. Bagi masyarakat Urang Rimbo, Batang Sialong dipandang sebagai entitas hidup yang sakral, bukan sekadar sumber madu, sehingga keberadaannya harus dihormati dan dilindungi. Secara konseptual, ritual ini menegaskan adanya etika ekologi dalam sistem kepercayaan lokal yang menempatkan hutan sebagai ruang hidup yang bernilai spiritual dan ekologis. Dengan demikian, Melantok Sialong berfungsi sebagai mekanisme konservasi berbasis budaya yang menjaga keseimbangan ekologis sekaligus mempertahankan kesinambungan pengetahuan lokal dan spiritualitas hutan tropis, kususnya di wilayah Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBDB).
Downloads
References
Addiansyah. (2022). Minoritas Kepercayaan Suku Anak Dalam : Perspektif Toleransi dan Keadilan. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7 (2), 154. https://doi.org/https://doi.org/10.21067/jmk.v7i2.7420
Alfonsus Hasudungan Harianja, Yelin Adalina, Gunawan Pasaribu, Ina Winarni, R. M. (2023). Potential of Beekeeping to Support the Livelihood, Economy, Society, and Environment of Indonesia. Forests MDPI, 14 (2), 321. https://doi.org/10.3390
Auerbach. (2003). Qualitative Data: An Introduction to Coding and Analysis. New York University Press.
Batoro, J., Hakim, L., & Rahardi, B. (2020). The perception of sacred trees as proponent of water spring in Malang Regency, East Java, Indonesia. Asian Journal of Medical and Biological Research, 6 (3), 425–430. https://doi.org/https://doi.org/10.3329/ajmbr.v6i3.49790
Beatty, A. (2001). Ragam Agama Jawa: Sebuah Catatan Antropologis (A. F. Saifuddin, Ed.). LKiS & Kanisius.
Bell, C. M. (2009). Ritual theory, ritual practice (revised ed). Oxford University Press.
Berkes, F. (2012). Sacred Ecology: Traditional Ecological Knowledge and Resource Management (3rd ed.). Routledge.
Bungin, B. (2015). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Kencana Prenada Media Group.
Christian, E. (2015). A History of Indigenous Peoples Movement in Asia (versi FAO). IWGIA (International Work Group for Indigenous Affairs).
Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (Revised an). Thousand Oaks.
Dafni, A. (2007). The supernatural characteristics and powers of sacred trees in the Holy Land. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 3(10), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/1746-4269-3-10
Descola, P. (2022). Beyond Nature and Culture (Reprint). University of Chicago Press.
Emerson, R. M. (2011). Writing Ethnographic Fieldnotes (Paperback). University of Chicago Press.
Endicott, K. M. (1970). An Analysis. Clarendon Press.
Fauziah, U. (2023). Rimbo: Hutan Bagi Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Balale’ Program Studi Antropologi Sosial, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, 3 (2), 145–161. https://doi.org/https://doi.org/10.26418/balale.v3i2.56704
Geertz, C. (2013). Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa (A. M. & B. Rasuanto, Ed.). Komunitas Bambu.
Hammersley. (2007). Ethnography: Principles in Practice. Routledge.
Hilmanto, R. (2010). Etnoekologi. Penerbit Universitas Lampung.
Ingold, T. (2021). The Perception of the Environment: Essays on Livelihood, Dwelling and Skill (Paperback). Routledge.
Joan D, F. (1999). Dance Etnografi: Tracing the Weave of Dance in the Fabric of Culture (dalam Sond). University Of Pittsburgh Press.
Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Kanisius.
Miles, M. B. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Edisi ke-3). Sage Publications, Inc.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). PT Remaja Rosdakarya.
Nurhidayat. (2016). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kearifan Lokal Suku Anak Dalam. JIELariba: Journal of Islamic Economics Lariba Universitas Islam Indonesia, 2 (2), 137.
O’Dea, Thomas. F. (1995). Sosiologi Agama: Suatu Pengenalan Awal (Terj. Yaso). PT. Raja Grafindo Persada.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice (Revised an). SAGE Publications, Inc.
Prasetyo, S. F. (2023). Harmony of Nature and Culture: Symbolism and Environmental Education in Ritual. Journal of Contemporary Rituals and Traditions UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1 (2), 67–76. https://doi.org/10.15575/jcrt.361
Sandbukt, Ø. (2000). The Orang Rimba of Sumatra: Indigenous People and the State. IWGIA.
Sitorus, M. R. (2019). Ekologi Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat Adat di Sumatera. Pustaka Laras.
Situmorang, P. (2019). Orang Rimbo dan Hutan: Relasi Ekologis, Sosial, dan Spiritualitas Komunitas Adat di Jambi. LIPI Press.
Soermawoto, O. (2001). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan (Cetakan ke). Djambatan.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. alfabeta.
Tjetjep Rohendi, R. (2011). Metodologi Penelitian Seni. Cita Prima Nusantara.
Tsing, A. L. (2024). Friction: An Ethnography of Global Connection (Paperback). Princeton University Press.
Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Aldine Publishing Company.
Wadley, R. L., & Colfer, C. J. P. (2004). Sacred forests, hunting and conservation in West Kalimantan, Indonesia. Human Ecology, 32 (3), 313–338. https://doi.org/https://doi.org/10.1023/B:HUEC.0000028084.30742.d0
WARSI, K. (2010). Orang Rimba Menentang Zaman. KKI Warsi.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Riski Dwi Kemala

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

